Meranti, Tingkap.info – Calon Wakil Bupati nomor urut 2, Iskandar Budiman, kembali melanjutkan kampanyenya, kali ini bertempat di kediaman Sdr. Tarmizi, Jl. Lintas Sungai Tengah, Desa Sungai Tengah, Kecamatan Merbau. Didampingi oleh sejumlah tokoh masyarakat, Iskandar kembali menekankan gagasan besar pasangan Mahmuzin Taher dan dirinya untuk membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya dalam bidang ekonomi dan pendidikan.
Amri selamet selaku juru kampanye dan merupakan salah satu tokoh masyarakat Alahair yang hadir dalam acara ini, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi daerah yang menurutnya stagnan sejak tahun 2008. "Sudah lama hidup kita dalam penataan, namun kondisi kita masih seperti ini saja. Semoga pertemuan hari ini menjadi langkah awal bagi kita semua," ucap Amri penuh harap, Jumat (25/10/2024).
Pada kesempatan itu, Iskandar mengajak warga Sungai Tengah untuk bersikap lebih terbuka terhadap perubahan. Ia menegaskan pentingnya menghindari pola lama yang dianggap kurang efektif dalam memajukan daerah. “Hari ini, calon bupati yang berlatar belakang pedagang hanya satu, yaitu Mahmuzin Taher, calon nomor urut 2. Kami hadir dengan perspektif baru, lebih dekat dengan persoalan ekonomi rakyat kecil,” kata Iskandar.
Dalam orasinya, Iskandar menguraikan pentingnya peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan. Ia menyoroti rencana peningkatan kualitas fasilitas kesehatan agar lebih mudah diakses masyarakat. Untuk pendidikan, Iskandar memperkenalkan gagasan program "Satu Keluarga, Satu Sarjana" yang menitikberatkan pada pendidikan vokasi, dengan harapan anak-anak Meranti dapat memiliki keterampilan yang siap bersaing di dunia kerja.
Lebih lanjut, pasangan Mahmuzin-Iskandar juga akan memberikan seragam gratis untuk siswa TK, PAUD, dan SMP. Di bidang sosial, pasangan ini bertekad menjadikan Kepulauan Meranti bebas narkoba, dengan fokus pada penyuluhan dan rehabilitasi, mengingat tingginya kasus narkoba di kalangan generasi muda di wilayah tersebut.
Dalam bidang ekonomi, Iskandar menyampaikan harga karet yang anjlok di Meranti, di mana harga karet lokal hanya mencapai Rp10.000 per kilogram, jauh berbeda dibandingkan daerah lain yang mencapai hingga Rp19.000. “Kami berkomitmen untuk membuat regulasi yang lebih adil terkait harga karet ini, agar masyarakat bisa mendapatkan kesejahteraan yang layak dan merata bagi masyarakat Meranti dengan harga karet senilai Rp. 15.000 rupiah,” tambahnya.