Jakarta, Tingkap.Info – Sebanyak 961 kepala daerah resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam sebuah upacara yang berlangsung di halaman antara Istana Merdeka dan Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini diawali dengan prosesi kirab dari kawasan Monas, menandai awal kepemimpinan baru di berbagai daerah, Kamis (20/02/2025).
Di Provinsi Riau, selain Gubernur dan Wakil Gubernur, terdapat 11 kepala daerah kabupaten/kota yang turut dilantik. Namun, Kabupaten Siak masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil pemilihan.
Di tengah euforia pelantikan ini, muncul peringatan agar para kepala daerah tidak hanya terjebak dalam pencitraan politik, melainkan benar-benar merealisasikan janji mereka untuk kesejahteraan rakyat.
Pelantikan kepala daerah ini harus menjadi momentum untuk perbaikan tata kelola pemerintahan, bukan sekadar ajang pencitraan. Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar para pemimpin daerah mengedepankan efisiensi anggaran dalam menjalankan tugas mereka.
Muhammad Rafi, peneliti dari Dinasti Riset Center (DR. Center), menyoroti pentingnya optimalisasi anggaran daerah agar lebih berdampak bagi masyarakat.
"Jangan banyak pencitraan dan poyah-poyah. Instruksi Presiden jelas: efisiensi. Anggaran OPD seperti acara seremonial di hotel, perjalanan dinas, dan lain-lain harus dikurangi. Dana tersebut lebih baik dialihkan ke sektor yang lebih penting seperti kesehatan, pendidikan, peningkatan ekonomi rakyat, dan infrastruktur. Lihat saja kondisi jalan di Riau, masih banyak yang rusak parah," ujar Rafi kepada media Tingkap.Info.
Pelantikan ini seharusnya menjadi titik awal bagi para kepala daerah untuk membuktikan komitmen mereka dalam membangun daerah, bukan sekadar meramaikan media dengan pencitraan tanpa aksi nyata.
"Kini, masyarakat menanti realisasi janji politik yang telah diucapkan saat kampanye. Apakah para kepala daerah akan benar-benar bekerja untuk rakyat? Ataukah mereka hanya akan sibuk membangun citra tanpa perubahan berarti? Pelantikan sudah usai, kini saatnya bekerja. Jangan hanya sekadar pencitraan," pungasnya.
Laporan : Fadlil
Editor : Sang