Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Desak Bentuk Pansus Defisit-Gate, Aliansi Aktivis Lintas Generasi (AALG) Segera Kepung DPRD Riau

JENDELA INFORMASI
Maret 28, 2025, 04:55 WIB Last Updated 2025-03-27T21:55:07Z


Pekanbaru, Tingkap.info - Heboh pernyataan Gubernur Riau, Abdul Wahid menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebesar Rp3,5 triliun. Lalu dibantah Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto yang menaksir sebesar hanya Rp132 miliar.


Perbedaan tajam antara dua pimpinan Riau ini menuai tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Riau, Budiman Lubis. Ia menyebut angka defisit yang muncul berdasarkan hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Riau justru berada di angka Rp2,2 triliun.


"Kalau defisit yang kami telusuri dengan TAPD, nilainya Rp2,2 triliun," jelas Budiman, Rabu (26/3/2025).


Menyikapi polemik yang menyangkut hak orang banyak, Aliansi Aktivis Lintas Generasi (AALG) gelar rapat mendadak.


Disebuah Cafe daerah Panam Pekanbaru, sejumlah aktivis mahasiswa, pemuda, aktivis 98 memberi respon progresif.


"Kita desak Bentuk Pansus. Defisit ini bukan soal angka angka yang diperdebatkan para punggawa negeri. Ada soal substantif yang harus di dalami. Yakni Managemen keuangan daerah, potensi korupsi, dan kesewenang-wenangan, " ucap Muhamad Rafiq, Presma BEM UIN Suska demisioner, Kamis dini hari. (27/3/25)


Senada dengan Rafiq, aktivis senior Dr Elviriadi memandang penting Pansus.


"Yah, kalau cumo polemik dan pernyataan pendapat, ujung ujungnya nihil. Defisit dan acak adul Managemen keuangan daerah terus terulang. Mana database pendapatan daerah, mana baseline studi kondisi hari ini. Bagaimana koneksitas visi misi Gubernur rerpilih, struktur RPJMD, dengan kondisi Riel keuangan yang amburadul begini," ujar alamni UKM Malaysia.


Aliansi Aktivis Lintas Generasi dalam waktu dekat segera melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Riau guna mendesak Pansus.


"Jangan main main dengan uang rakyat. Kami mahasiswa dan pemuda Riau takkan tinggal diam. Bukannya kami tak tau dibalik ini semua. Kami akan laporkan bila ada kebocoran anggaran yang sistematis, terstruktur ke KPK RI dan Kejagung. Buka lah kedok tuan tuan. Tunggu kami kepung gedung rakyat dan seret ke meja Hijau, " pekik Jepri dengan penuh semangat.

Iklan

iklan